female practicing yoga

Teknik Pernapasan untuk Mengurangi Stres

Share Button

Pernahkah Anda menyadari bahwa saat Anda sedang marah, kemudian menghela nafas panjang, maka rasa marah Anda akan sedikit berkurang? Atau saat Anda merasa gugup ketika hendak mempresentasikan hasil karya Anda, dengan menarik nafas panjang tubuh Anda akan lebih tenang dan siap untuk memulai presentasi?

female practicing yoga

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bagaimana latihan pernafasan mampu mengontrol emosi Anda. Latihan pernafasan berguna untuk membuat tubuh Anda lebih rileks dan tentu mengurangi stress. Hal ini terjadi karena respon yang diterima tubuh ketika Anda bernafas dengan baik sama dengan perasaan yang Anda dapat ketika tubuh sedang dalam keadaan rileks. Maka latihan pernafasan sama halnya dengan “memaksa” otak untuk berpikir bahwa Anda sedang dalam kondisi tenang dan rileks. Setelah otak Anda “dipaksa” untuk merasakan hal tersebut, maka otak akan mengirimkan pesan ke bagian tubuh lain, sehingga tubuh juga merasa rileks. Disaat yang sama detak jantung Anda akan lebih stabil, pernafasan lebih terjaga, dan tekanan darah lebih stabil.

Ada banyak teknik untuk melatih pernafasan dari berbagai aliran bela diri seperti Wing Chun, Tai Chi, dan Shaolin. Namun intinya adalah sama yaitu mengalirkan energi positif ke seluruh tubuh. Anda juga tidak perlu khawatir karena latihan pernafasan sangatlah mudah dan bisa Anda lakukan sendiri kapan pun Anda mau.

Cara termudah adalah dengan posisi bertapa, yaitu kaki bersila kemudian tangan diletakkan di atas dengkul. Kemudian tegakkan badan Anda dan tarik nafas panjang. Kemudian keluarkan dengan perlahan. Lakukan berulang kali selama 10-20 menit sampai Anda merasakan adanya aliran yang membuat tubuh Anda lebih rileks.

Teknik dan latihan pernafasan dapat membantu Anda mengurangi resiko penyakit seperti sakit kepala, sakit pinggang, pegal-pegal, dan mudah marah yang semuanya adalah akibat stres. Bahkan para ilmuwan juga sudah membuktikan bahwa latihan dan teknik pernafasan yang baik dapat mengurangi resiko serangan jantung.

Share Button

Republished by Blog Post Promoter