serorang lelaki sedang smsan

SMS dan Gangguan Tidur?

Share Button

Baru-baru ini sebuah penelitian membuktikan bahwa ada hubungan antara kebiasaan mengirim pesan singkat melalui telepon genggam dengan gangguan tidur. Banyak orang Indonesia yang tidak dapat jauh dari telepon genggamnya dan menurut penelitian tersebut, kebiasaan ini justru akan berakibat buruk bagi kesehatan. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kebiasaan mengirim pesan terlalu berlebihan dapat membuat Anda sulit tidur.


Para peneliti asal Amerika Serikat menemukan, orang yang paling banyak mengirim pesan melalui telepon genggam merupakan orang yang paling banyak mengalami masalah tidur. Menurut mereka, hal ini karena orang-orang tersebut merasakan dorongan kuat untuk membalas pesan dengan cepat yang membuat mereka sulit untuk tidur. Kebiasaan lain yaitu menaruh telepon genggam di samping kepala atau badan saat tidur, juga dapat memperburuk masalah tidur ini. Karena apabila telepon berdering atau bergetar, pasti mereka langsung bangun dan membalas telepon tersebut.

Peneliti Karla Murdock dari Washington Lee University menemukan, mahasiswa tingkat satu yang mengirimkan banyak pesan cenderung kekurangan tidur, terlepas dari kadar stres mereka. Murdock awalnya memberikan tes untuk menilai keadaan emosional dan masalah tidur peserta. Dia juga meminta mereka untuk memperkirakan berapa rata-rata banyaknya pesan singkat yang mereka kirim dan terima dalam satu hari.

Kemudian, untuk mengetahui kualitas tidur peserta, Murdock menggunakan Indeks Kualitas Tidur Pittburgh. Indeks tersebut merupakan ukuran yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tidur seperti durasi tidur, waktu yang butuhkan untuk mulai tertidur, waktu tidur sebenarnya di tempat tidur, gangguan tidur, dan kantuk di siang hari.

“Kunci dari temuan ini adalah semakin banyak mengirimkan pesan, semakin banyak pula gangguan tidur yang dialami,” paparnya.

Berkomunikasi melalui pesan, imbuhnya, tidak melibatkan isyarat non-verbal yang penting dalam komunikasi langsung. Inilah yang membawa tingginya tingkat kesalahpahaman yang mengakibatkan stres.

Sumber Foto : http://KumpulanFotoGratis.com/

Share Button