neuron otak

Silent Stroke, Mendapat Stroke Tanpa Anda Sadari

Share Button

Silent stroke adalah sebuah istilah yang menggambarkan satu jenis stroke yang gejalanya tidak dapat dirasakan. Apabila seseorang terkena silent stroke, bisa dipastikan dia tidak merasa apa-apa, padahal sudah menderita stroke, dan langsung kolaps saat stroke tersebut sudah parah.

neuron otak

Stroke merupakan gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda klinis baik sebagian maupun keseluruhan yang berlangsung lebih dari 24 jam, atau dapat menyebabkan kematian, yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak (WHO).

Silent stroke disebabkan oleh terpotongnya aliran darah ke otak. Namun Anda bisa saja tidak merasakan apa pun ketika hal tersebut sudah terjadi, sampai satu saatnya Anda memeriksa keadaan otak Anda dan menemukan bahwa sebagian otak Anda sudah tidak bekerja dengan baik. Terpotongnya aliran darah ke otak bisa terjadi akibat penyumbatan atau oklusi pada pembuluh darah kecil yang berada di otak.

Ada satu jenis stroke lain yaitu disebut “warning stroke” dan biasanya orang berpikir bahwa kedua stroke tersebut sama. Akan tetapi, mereka sebenarnya berbeda, warning stroke atau dalam istilah medis disebut transient ischemic attack (TIA), terjadi saat adanya pembekuan darah pada pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otak. Akan tetapi stroke jenis ini tidak menyebabkan kerusakan permanen. Akan tetapi, stroke yang sesungguhnya biasanya datang beberapa minggu setelah Anda mendapatkan warning stroke.

Selain terjadi pada orang lansia (65 tahun keatas) penyebab utama stroke adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi dan diabetes. Kedua penyebab tersebut akan meningkatkan resiko adanya sumbatan pembuluh darah kecil pada otak Anda. Sayangnya, silent stroke hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan kedokter melalui CT (Computed Tomography)  dan  MRI (Magnetic Resonance Imaging). Jadi jagalah gaya hidup sehat Anda, dan segera periksa ke dokter apabila terjadi gejala-gejala penyakit.

Share Button

Republished by Blog Post Promoter