856670_shoes___

Sepatu Hak Tinggi dengan Resiko Tinggi

Share Button

“High heels are pleasure with pain.” Christian Louboutin

Ungkapan tersebut mungkin tepat menggambarkan wanita yang gemar mengenakan high heels. High heels (sepatu ber-hak tinggi) mungkin membuat wanita lebih percaya diri karena menggambarkan keanggunan dan tentunya menambah tinggi badan. Namun harus diwaspadai juga efek-efek negatif yang akan kita derita kedepannya jika memakai sepatu high heels secara rutin. Walaupun terlihat keren, anggun, dan tinggi tetapi kalau kita menderita saat memakainya rasanya akan percuma usaha kita. Ini dia beberapa dampak negatif dari high heels.

Sakit pada Pinggang, Punggung dan Kaki

Hal ini dapat kamu rasakan sendiri setelah dalam jangka waktu cukup lama, berdiri menggunakan high heels. Pinggang akan terasa pegal, punggung mulai bengkok ke ke dalam karena posisi tubuh yang memberikan tumpuan pada punggung, sedangkan kaki (paha, betis, pergelangan kaki) akan terasa tegang dan kram karena menahan berat badan.

Calluses

Calluses adalah pembentukan kapalan yang disebabkan oleh akumulasi sel-sel kulit mati yang mengeras dan menebal di area kaki. Pembentukan calluses ini merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk melindungi kaki terhadap tekanan yang berlebih dan gesekan. Kapalan biasanya ditemukan pada lengkungan kaki, tumit, dan bagian dalam jempol kaki. Beberapa kapalan memiliki inti dalam yang dikenal sebagai nukleasi a. Ini jenis tertentu dari calluses dan dapat sangat menyakitkan jika terus tertekan. Kondisi ini sering disebut sebagai Intractable Plantar Keratosis (keratosis plantar keras).

Bunions

Bunion adalah benjolan yang menonjol di bagian dalam kaki sekitar sendi jempol kaki. Benjolan ini sebenarnya adalah tulang yang menonjol ke bagian dalam kaki. Dengan gerakan lanjutan dari jempol kaki menuju jari kaki yang lebih kecil. Kita dapat melihatnya dengan cara menaruh jempol kaki di bawah atau di atas kedua kaki. Hal ini menyebabkan kondisi kaki depan (jari kaki) menjadi tumpang tindih. Beberapa gejala bunions adalah peradangan, pembengkakan, dan nyeri pada permukaan sisi jempol kaki.

Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah penyakit yang ditandai dengan degenerasi tulang rawan dan tulang utama. Akumulasi dari degenerasi ini akan menuju pada nyeri dan kekakuan sendi. Sendi yang paling sering terkena adalah lutut, pinggul, dan tulang belakang. Penyebab spesifik dari osteoarthritis tidak diketahui, namun diyakini akibat peristiwa baik mekanik dan molekul dalam sendi yang tertekan. Dampak osteoarthritis baru akan terlihat ketika sudah menginjak usia 40 tahun ke atas. Ini disebabkan proses osteoarthritis terjadi secara bertahap.

 

Perubahan Gaya Berjalan

Ada sebuah riset yang melakukan perbandingan antara wanita pengguna high heels dan bukan. 2 dari 12 orang diminta tuntuk menggunakan high heels setinggi 2 inchi selama 40 jam dalam dua tahun, sementara 10 lainnya diminta untuk hanya sesekali saja menggunakan high heels. Pada tes akhirnya, mereka diminta untuk berjalan dengan dan tanpa alas kaki. Seluruh alas tempat mereka berjalan telah dipasang sensor untuk mengetahui struktur tulang dan otot kaki mereka.

Hasilnya adalah 2 orang wanita yang diminta secara konsisten menggunakan high heels berjalan dengan langkah yang lebih pendek dan menyentak dibanding mereka yang jarang. Selain itu mereka yang sering menggunakan high heels memiliki kebiasaan berjalan dengan posisi kaki tertekuk akibat otot yang lebih tertekan dan sering “tersiksa” akibat menggunakan high heels.

Dari riset yang sama dilihat juga bahwa wanita yang tidak menggunakan high heels akan memberikan tumpuan berat badan ke urat daging yaitu dengan cara meregangkan dan meregangkannya. Sementara bagi pengguna high heels, tumpuan berat badan akan beralih ke otot betis dan membuat otos betis memendek.

Sumber foto: http://www.sxc.hu/

Share Button