picformetab

Pentingnya Memahami Metabolisme Sebelum Diet

Share Button

Metabolisme merupakan proses biokimia yang terjadi pada semua makhluk hidup untuk mempertahankan kehidupan.Metabolisme merupakan salah satu kegiatan tubuh yang diatur oleh sistem endokrin dan terbagi menjadi dua proses, yaitu anabolisme dan katabolisme.

Anabolisme merupakan proses metabolisme untuk membentuk molekul dari unit atau substansi yang lebih kecil. Anabolisme membutuhkan energi untuk keberlangsungan proses.

Katabolisme merupakan proses metabolisme yang terjadi saat molekul dipecah oleh tubuh. Pada proses ini terjadi pelepasan energi yang digunakan oleh tubuh untuk melakukan aktifitas mulai dari tingkat selular hingga seluruh kegiatan tubuh.

Energi yang dilepaskan oleh proses katabolisme akan digunakan oleh tubuh untuk melaksanakan proses anabolisme, seperti saat sintesa hormon, enzim, gula, dan substansi lainnya untuk pertumbuhan sel, reproduksi dan perbaikan jaringan tubuh.

Proses metabolisme berkaitan erat dengan berat badan tubuh. Jika disederhanakan, maka berat badan adalah hasil pengurangan proses katabolisme terhadap proses anabolisme. Dengan kata lain, jumlah energi yang dilepaskan dikurangi dengan jumlah energi yang digunakan oleh tubuh.

Jika energi yang diproduksi saat proses katabolisme lebih besar daripada yang digunakan untuk anabolisme, maka kelebihan energi ini akan disimpan oleh tubuh ke dalam sel sebagai lemak atau glikogen. Proses penyimpanan kelebihan energi sebagai lemak yang berlangsung terus-menerus inilah yang mengakibatkan angka timbangan bertambah dan akhirnya terjadi masalah kelebihan berat badan hingga obesitas.

Sebagian besar individu kerap kali membuat kesimpulan kalau orang yang bertubuh kurus memiliki laju metabolisme cepat, sementara yang bertubuh gemuk sebaliknya. Pada kenyataannya, kerja metabolisme merupakan hasil dari kombinasi genetik, gender, ukuran dan komposisi tubuh, serta usia.

Cepat atau lambatnya laju metabolisme pada tiap individu berbeda dan tidak dapat diubah secara langsung. Namun, beberapa kondisi medis dan masalah hormonal dapat menyebabkan melambatnya proses metabolisme, seperti hipotiroidisme.

Walaupun laju metabolisme tidak dapat diubah, tetapi dapat dipengaruhi kerjanya secara tidak langsung dengan mengatur beberapa faktor dari luar, seperti jenis dan jumlah makanan/minuman yang dikonsumsi serta aktifitas fisik  tubuh yang dilakukan sehari-hari.

Jadi, jika berencana untuk diet atau bahkan sedang menjalaninya, pahami dan kenali metabolisme dan kondisi tubuh terlebih dahulu. Dengan demikian  program penurunan berat badan akan sukses dan berat badan yang diinginkan tercapai.

Semoga artikel ini berguna untuk  yang hendak berdiet.

Share Button

Republished by Blog Post Promoter