gelas styrofoam

Kemasan Styrofoam Berbahaya Bagi Kesehatan

Share Button

Pasti Anda sudah tidak asing lagi ya dengan styrofoam atau sterefoam yang di Indonesia sering digunakan sebagai pembungkus makanan ataupun minuman. Bentuknya yang praktis, ringan, dan bisa menjaga makanan tetap dalam keadaan baik adalah alasan menggunakan sterefoam. Namun, sebaiknya Anda sebisa mungkin meminimalisir penggunaan sterefoam sebagai pembungkus makanan, karena bahan ini dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan, salah satunya kanker.

Styrofoam atau polistirena foam sebenarnya adalah nama merk dari Dow Chemicals yang awal penggunaannya ditujukan sebagai insulator pada bahan konstruksi bangunan, bukan untuk kemasan makanan. Polistirena foam terbuat dari campuran 90-95% polistirena dan 5-10% gas dengan menggunakan blowing agent seperti CFC (freon) yang dapat merusak lapisan ozon. Apabila polistirena foam ini dipakai untuk membungkus makanan yang panas, maka monomer stirena yang berbahaya untuk sistem syaraf tubuh, dapat berpindah ke dalam tubuh manusia yang memakan makanan tersebut. Monomer stirena ini dalam jangka panjang dapat membahayakan janin pada ibu hamil dan bahkan dapat menyebabkan kanker.

Sama halnya dengan sampah plastik, sterefoam tidak dapat terurai secara alami dalam tanah dan tidak dapat didaur ulang. Artinya, sampah-sampah sterefoam ini akan menumpuk dan membuat lingkungan menjadi tercemar. Di pantai utara Jakarta sudah banyak sekali sampah-sampah sterefoam yang mencemari laut sehingga terumbu karang, ikan, dan hewan laut lainnya di daerah Kepulauan Seribu mati akibat air yang tercemar.

Beberapa komponen kimia dalam styrofoam seperti benzen, karsinogen, dan styrene dapat menimbulkan kerusakan pada sum-sum tulang belakang, menyebabkan anemia dan mengurangi produksi sel darah merah hingga meningkatkan resiko kanker. Komponen ini mudah terlepas saat styrofoam bersentuhan dengan panas, lemak, atau minyak. Semakin lama suatu makanan disimpan dalam kemasan styrofoam maka semakin besar zat kimia yang masuk ke dalam makanan, apabila ini terjadi maka Anda dapat merasa pusing, letih, depresi, mengalami gangguan pendengaran detak jantung tidak stabil, dan insomnia.

Pemerintah daerah di New York City, Amerika Serikat, bahkan sudah melarang penggunaan styrofoam sebagai pembungkus makanan dan membatasi penggunaannya hanya untuk bahan bangunan, pembungkus barang elektronik dan barang yang mudah pecah. Meski sempat ditolak dengan keras oleh beberapa pemilik restoran dan gerobak makanan yang mengecam langkah ini dan mengatakannya sebagai gangguan yang tak perlu, pemerintah NYC tetap melaksanakan larangan ini.

Sumber Foto : http://KumpulanFotoGratis.com/

Share Button

Republished by Blog Post Promoter