telinga anak

Gangguan Telinga Akibat Suara

Share Button

Telinga adalah salah satu indra yang paling penting karena selain berfungsi untuk mendengar juga berhubungan dengan anggota tubuh lain seperti hidung dan tenggorokan. Oleh sebab itu kita harus perlu memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan dan kebersihan telinga.   Ada beberapa masalah telinga umum yang setidaknya pernah kita alami sebelumnya.

  • Pesawat Lepas Landas

Seringkali pada saat lepas landas pendengaran kita terasa tertekan akibat suara dengung yang dikeluarkan pesawat, alhasil telinga kita terasa tertutup setelahnya. Ada beberapa cara untuk mencegahnya gangguan telinga akibat suara, yang pertama adalah lakukan yang seperti anak kita lakukan.

Seringkali kita melihat bayi mulai menangis dan berteriak ketika lepas landas, itu adalah hal yang bagus, karena secara tidak langsung tangisan dan teriakan mengurangi tekanan suara yang masuk ke dalam telinga, sehingga dampaknya tidak terlalu parah. Akan tetapi, hal ini mungkin sulit dilakukan oleh orang dewasa karena malu atau gengsi.

Hal lumrah yang dapat dilakukan menurut Prof. Richard M. Rosenfeld, MD, Long Island College Hospital in Brooklyn, N.Y. yang mendalami THT semasa kuliah adalah dengan cara mengunyah atau menelan sesuatu atau menguap baik ketika lepas landas ataupun saat mau mendarat. Dia juga mengatakan agar orangtua memperhatikan anaknya agar tidak tidur ketika lepas landas ataupun mendarat. Empeng juga bisa membantu tekanan yang masuk ke telinga anak.

  • Musik Terlalu Keras

Banyak riset membuktikan bahwa masa remaja usia 15-17 tahun adalah masa dimana kebiasaan mendengarkan suara atau musik terlalu keras muncul.

Remaja mulai mengeraskan volume suara televisi, radio, bahkan alat pemutar musik dengan earphone yang langsung ke telinga. Penelitian tersebut juga membuktikan kerusakan telinga sudah terjadi berdasarkan jawaban responden yang sering mengatakan “huh” atau “what” saat diwawancara.

Beberapa diantaranya juga sudah mengalami tinnitus yaitu suara mendengung di telinga. Masalah jangka panjang jika sudah terlalu sering mendengarkan suara keras adalah suara orang lain terdengar sayup. Earphone, headset, dan headphone memberikan dampak yang sama bagi telinga karena mengirimkan gelombang suara langsung ke gendang telinga. Dampak terparah adalah kerusakan otak akibat gelombang suara yang terlalu keras ini.

Sumber foto : http://www.sxc.hu/

Share Button

Republished by Blog Post Promoter