glass_of_water

Dehidrasi? Kenali Cirinya dan Atasi

Share Button

Rata-rata dalam tubuh manusia dewasa mengandung 60% air dari keseluruhan berat tubuhnya. Manusia dapat bertahan hidup dengan sedikit makan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, akan tetapi bila tubuh kekurangan air atau disebut dehidrasi kita hanya mampu bertahan hidup beberapa hari saja. Itulah sebabnya kita perlu minum cukup air mineral tiap harinya (2 liter/hari).

Cairan tubuh dapat keluar melalui beragam aktivitas dan kondisi seperti keringat yang keluar dari pori-pori kulit, saat buang air besar ataupun kecil, dan saat mengeluarkan uap air saat bernafas. Cara termudah untuk mengetahui apakah tubuh kita dalam kondisi dehidrasi atau tidak adalah dengan melihat table warna urine.

Dengan secara konsisten memeriksa warna urine yang dikeluarkan, kita akan mengetahui berapa air yang perlu kita konsumsi untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh kita. Ada sebuah catatan dalam memeriksa warna urine yaitu kita tidak dapat memeriksanya jika kita sedang mengkonsumsi suplemen tertentu seperti konsumsi vitamin B Komplek atau multivitamin, karena akan membuat warna urine menjadi lebih pekat.

Ciri-ciri Dehidrasi

Selain itu ada beberapa indikasi alami yang tubuh kita keluarkan jika dalam keadaan dehidrasi:

Pusing

Dalam keadaan dehidrasi pusing akan sangat mudah menyerang. Hal ini disebabkan aliran darah dari tubuh ke otak dan kepala kurang. Hal ini disebabkan air yang kita minum berfungsi sebagai pengganti ion tubuh yang membantu aliran darah diseluruh tubuh.

Konstipasi atau Sembelit

Kondisi percernaan yang kurang baik juga menjadi salah satu indikator tubuh dalam keadaan dehidrasi. Sembelit dan buang air besar terlambat atau keras disarankan untuk minum banyak air. Air yang kita konsumsi akan menjadi alat detoxifikasi (mengeluarkan racun) dari dalam tubuh. Banyak ahli kesehatan menganjurkan untuk meminum satu gelas air setelah bangun tidur di pagi hari secara rutin agar membantu mengeluarkan racun-racun yang ada dalam tubuh secara alami.

Sulit Berkeringat

Keringat keluar pada saat tubuh kita melakukan aktivitas seperti olah raga atau pada saat tubuh kelebihan jumlah air dalam tubuh. Saat suhu tubuh lebih dingin dari suhu lingkungan maka tubuh akan mengeluarkan kelebihan cairan tubuh melalui urine, sedangkan dalam kondisi sebaliknya tubuh akan mengeluarkan cairan tubuh melalui keringat. Jika tubuh tiba-tiba sulit mengeluarkan keringat padahal kondisi kita sedang kelelahan atau kepanasan, maka dapat dipastikan kita dalam keadaan dehidrasi.

Kulit Kering

Elastisitas kulit dan kelembapan kulit menjadi indikator lain untuk melihat tingkat hidrasi tubuh. Cara termudah adalah dengan mencubit kecil kulit atau menggaruk kulit kita. Jika kulit tidak dengan cepat kembali ke kondisi awal saat dicubit atau terdapat garis putih yang menandakan kulit kering maka kita dapat dipastikan sedang dalam keadaan dehidrasi.

Jantung Berdebar-debar

Cairan tubuh berfungsi sebagai “pemelihara” keadaan jantung dan ginjal. Jika terjadi penurunan aliran darah dan perubahan kadar elektrolit karena dehidrasi, jantung kita akan berdetak lebih cepat.

Kram Otot

Kram adalah kondisi dimana otot secara tiba-tiba mengalami kontraksi yang tidak terkendali dan sering kali menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Masih belum diketahui dengan pasti bagaimana dehidrasi mempengaruhi keadaan otot. Akan tetapi, diduga karena tubuh kehilangan terlalu banyak sodium dan elektrolit tubuh.

Dehidrasi seharusnya tidak menjadi masalah yang sering timbul apabila kita memberikan perhatian khusus terhadap tubuh kita. Dengan contoh di atas kita sendiri tahu bahwa tubuh dengan otomatis memberikan peringatan atau tanda bagi kita mengenai kondisinya. Minum satu gelas air setelah bangun pagi, minum setidaknya tiga gelas air setelah beartivitas, dan perhatikan agar selalu mengkonsumsi satu setengah liter sampai dua liter air perharinya agar terhindar dari bahaya dehidrasi.

sumber foto : http://www.sxc.hu/
sumber gambar : Prayogi Anugrah Adi

Share Button