smoke-1063679-m

Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan Manusia

Share Button

Polusi udara atau pencemaran udara disebabkan oleh suara-suara bervolume tinggi yang membuat daerah sekitar menjadi bising dan tidak menyenangkan. Suara tersebut apabil terdengar secara terus-menerus dalam waktu lama akan menimbulkan kerusakan dalam tubuh manusia.

Bentuk pencemaran suara bisa akibat suara pesawat yang desibelnya tinggi, suara kontruksi bangunan, atau suara musik yang terlalu kencang. Tingkat kebisingan yang tinggi ini yang dapat mengganggu lingkungan sehingga menjadi pencemaran suara. Sumber utama kebisingan di Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan adalah kendaraan bermotor dan pabrik. Apabila seseorang berada dalam kondisi seperti itu terus-menerus dipastikan dia akan menderita gangguan pendengaran dan stress akibat rasa tidak nyaman.

Berikut adalah gangguang yang dapat timbul akibat polusi suara:

1. Tekanan Darah Tinggi

Salah satu penyakit yang umum dirasakan orang yang tinggal di tempat bising adalah tekanan darah tinggi dan gangguan pada sistem pendengaran. Suara bising yang sangat tinggi dapat dengan mudah mempengaruhi suatu tekanan darah manusia dan dapat pula mengakibatkan gangguan fungsi jantung. Biasanya tekanan darah akan meningkat dengan cepat pada saat mendengar suara yang keras dan jantung juga akan berdetak lebih cepat.

2. Gangguan Pendengaran

Pernahkah Anda mengalami kuping berdenging? Gejalanya adalah ada suara “nging…” yang terdengar di dalam kuping dan sering muncul tiba-tiba. Bisa jadi itu adalah gejala gangguan pendengaran akibat polusi suara. Apabila dibiarkan, bukan tidak mungkin kemampuan mendengar Anda akan berkurang, atau bahkan tuli. Suara diatas 155 desible dapat menyebabkan manusia menjadi tuli.

3. Mengurangi Efesiensi Kerja

Saat seseorang berada dalam lingkungan kerja yang bising, produktivitas kerjanya akan berkurang. Suara dengan desible di atas 85 dapat menyebabkan seseorang merasa tidak nyamar, mudah teralihkan pandangannya, dan berakibat pada hilangnya kemampuan berkonsentrasi. Hasilnya efesiensi bekerja akan menurun.

4. Penyakit Jantung

Suara bising adalah salah satu ancaman kesehatan jantung. Suara bising yang diterima telingan dan kemudian di proses oleh otak akan membuat detak jantung menjadi tidak karuan dalm membuat jantung lebih cepat tua (tidak berfungsi secara optimal). Dampaknya adalah seperti yang disebutkan di poin pertama, yaitu tekanan darah menjadi tinggi, terutama pada malam hari.

5. Kualitas Istirahat dan Tidur Menurun

Saat seseorang tidur dalam kondisi lingkungan yang bising, saat pagi hari pasti dia akan merasa sangat lelah dan pusing. Hal ini disebabkan, saat tidur, seluruh rangsangan dari luar, baik cahaya ataupun suara tetap diproses oleh otak.

6. Berbahaya bagi Perempuan dan Anak-anak

Suara bising diatas 85 desible dapat mempengaruhi psikologi seorang wanita. Dampaknya adalah mens yang tidak normal, keguguran, atau embryo bayi yang tidak normal.

Sementara untuk anak-anak, suara bising yang diterima secara terus-menerus dapat merusak organ tubuhnya. Hal ini dikarenakan organ tubuh dalam anak-anak/balita masih belum sempurna atau masih lemah dibanding orang dewasa. Bahkan bayi yang masih dalam kandungan terpapar suara bising terus-menerus dapat menderita tuli saat lahir.

7. Berbahaya untuk Penglihatan

Berdasarkan sebuah penelitian dan eksperimen, saat suara keras diatas 90 desible masuk ke telinga manusia, fungsi sel visual di mata akan berkurangan sensivitasnya secara drastis dan membuat pengliahatan menjadi redup. Saat suara dinaikan menjadi 95 desible, 40% subjek penelitian akan menderita miridiasis atau pelebaran pupil mata dan pandangannya mulai kabur. Saat tingkat suara dinaikan menjadi 115 desible, mata akan kehilangan kemampuannya untuk menerima cahaya, membuat penglihatannya menurun dan sulit untuk melihat.

 

Sumber foto : http://KumpulanFotoGratis.com/

Share Button

Republished by Blog Post Promoter