BVO, Bahaya Mengintai Pada Minuman Bersoda

Share Button

Akhir Januari 2013 merupakan kemenangan bagi Sarah Kavanagh, gadis 16 tahun asal Amerika Serikat. Petisi yang dibuatnya melalui Change. Orang mengenai kandungan BVO (Brominated Vegetable Oil)  yang terdapat di dalam minuman energi bersoda yang cukup terkenal mendapat respon dari pihak produsen. Produsen dari minuman ini membuat pernyataan bahwa pihaknya akan menghilangkan BVO dan menggantinya dengan zat lain yang memiliki fungsi sama dengan BVO.

Apa BVO (Brominated Vegetable Oil) dan Mengapa Digunakan?

BVO merupakan hasil sintesa yang diperoleh ketika minyak sayur diikat secara kimia dengan unsur Brom. Brom adalah unsur kimia berat yang digunakan untuk mencegah bagian minyak mengapung di  permukaan air pada minuman bersoda.

Bahan perasa minuman yang berasal dari jenis sitrus, seperti jeruk, lemon, jeruk nipis dan grapefruit, umumnya berbentuk minyak. Agar bahan perasa berjenis minyak ini dapat bercampur dengan baik dengan bagian air pada minuman bersoda atau jenis minuman lainnya, biasanya zat pengemulsi seperti BVO ditambahkan.

Mengapa Pemakaian BVO Perlu Diwaspadai ?

Di tahun 1997, para dokter mendapat kasus yang membingungkan. Seorang pria masuk ke bagian gawat darurat dengan gejala sakit kepala, kelelahan dan kehilangan koordinasi otot dan ingatan. Kondisi pasien semakin memburuk dan bahkan ia kehilangan kemampuan untuk berjalan. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan kadar unsur Brom yang sangat tinggi di dalam darahnya. Pria ini ternyata mengkonsumsi 2 hingga 4 liter minuman bersoda yang mengandung BVO setiap hari.

Pada tahun 2003, dokter terpaksa merawat seorang pria lain dengan gejala tangan membengkak yang mengeluarkan rasa nyeri luar biasa. Pemeriksaan kembali menunjukkan kadar elemen Brom yang sangat tinggi di dalam darahnya. Pria ini mengaku mengkonsumsi minuman bersoda yang mengandung BVO setiap Hari.

Penelitian lebih dalam mengenai jumlah signifikan untuk konsumsi BVO belum pernah dilakukan. Akan tetapi, penelitian pada bahan utama BVO yaitu Brom menunjukkan bahwa elemen ini mengakibatkan penekanan susunan saraf pusat jika terakumulasi dalam tubuh.

BVO dapat meninggalkan residu di jaringan lemak tubuh termasuk bagian otak,hati dan organ lainnya. Gejala yang ditimbulkan bervariasi mulai dari sakit kepala, gangguan penglihatan, hilangnya koordinasi tubuh dan ruam kulit.

Studi pada hewan menunjukkan bahwa BVO berpindah melalui air susu ibu saat bayi menyusui. Secara teori, perpindahan BVO ini dapat menimbulkan lesi pada jantung, perubahan lemak pada organ hati, gangguan pertumbuhan dan perubahan tingkah laku.

Studi lebih lanjut di tahun 2011 menyatakan bahwa akumulasi BVO di dalam tubuh mengubah kerja hormon tiroid, menimbulkan masalah neurologis, mempercepat masa pubertas, mengganggu kesuburan dan bahkan menyebabkan kanker. Penggunaan BVO di Amerika Serikat oleh Badan Pengawas Makanan dan Minuman (FDA) dibatasi maksimum 15 ppm. Bahkan beberapa Negara seperti Jepang, India dan Uni Eropa telah melarang penggunaan BVO sebagai bahan tambahan makanan/minuman.

Menghindari Konsumsi BVO

Sebagai seorang konsumen tentulah harus jeli di dalam memilih makanan/minuman, terutama bagi anak.Hindari konsumsi BVO (Brominated Vegetable Oil) dengan membaca terlebih dahulu label informasi kandungan bahan pada minuman bersoda dan jenis lainnya, terutama pada minuman bersoda dengan rasa jeruk, lemon, jeruk nipis dan grapefruit.

Bagaimana pun, di balik rasanya yang nikmat, minuman bersoda membawa segudang bahaya bagi tubuh.

Semoga informasi di atas berguna.

Share Button

Republished by Blog Post Promoter