Benarkah Gel Antiseptik dapat Menggantikan Fungsi Sabun?

Share Button

Para pedagang nakal memang tidak pernah habis akal untuk meraup keuntungan dengan merugikan orang lain. Bahkan akhir-akhir ini muncul berita mengenai hand sanitizer atau gel antiseptik yang dipalsukan, sehingga beresiko menimbulkan efek samping. Gel antiseptik dengan gantungan yang kata anak muda zaman sekarang “unyu banget” memang sedang booming di Indonesia. Bisa dikatakan hampir 70% remaja perempuan di Jakarta memiliki gel antiseptik tergantung manis di tasnya.

Pertanyaan kemudian muncul, apakah kita benar-benar memerlukan gel antiseptik? Apakah mencuci tangan dengan sabun saja tidak cukup? Mari kita bahas melalui penjelasan di bawah.

Gel antiseptik adalah cairan yang setidaknya memiliki kandungan alkohol 60%, karena menurut para dokter bakteri mati dalam alkohol 60%. Para produsen biasanya menambahkan aroma yang harum agar penggunanya merasa nyaman setelah menggunakan gel tersebut. Sayangnya, justru aroma tersebut yang menyebabkan bahaya pada anak-anak yang tertarik untuk menjilat atau meminum cairan tersebut.

Para peneliti mengatakan bahwa Anda sebenarnya tidak perlu selalu menggunakan gel antiseptik, Anda hanya perlu tahu bagaimana cara mencuci tangan yang baik. Disarankan agar Anda mencuci tangan menggunakan sabun (tidak harus sabun antiseptik) setidaknya selama 20 detik, atau sama dengan menyanyikan lagu “Happy Birthday” dua kali agar tidak bosan. Lalu keringkan tangan menggunakan handuk. Jadi ingat, bahwa gel antiseptik hanyalah kebutuhan sekunder, sementara mencuci tangan menggunakan sabun adalah kebutuhan primer untuk menjaga kebersihan tangan. Atau, dengan kata lain, gel antiseptik atau hand sanitizer hanyalah suplemen, dan bukan untuk menggantikan kebutuhan Anda mencuci tangan menggunakan sabun.

Lalu, resiko apa saja yang bisa timbul akibat terlalu banyak memakai gel antiseptik atau salah membeli gel antiseptik palsu?

1. Iritasi Kulit
Gel antiseptik akan membuat kulit tangan Anda menjadi kering, kandungan alkoholnya juga bisa berdampak negatif pada kulit sensitif. Pada kulit sensitif, gel antiseptik akan membuat kulit terasa panas, gatal, dan kering.

2. Kulit Mudah Terbakar Sinar UV
Gel antiseptik membuat kulit semakin sensitif terhadap sinar ultra violet (UV). Dampaknya, kulit akan mudah terbakar apabila terkena cahaya matahari dalam jangka waktu panjang. Disarankan untuk menggunakan sun block dengan SPF tinggi untuk menghindari kulit terbakar.

Share Button