bhythnkencingn

Bahaya Sering Menahan Buang Air Kecil

Share Button

Adanya rapat penting di kantor, sibuk mengejar batas waktu pekerjaan, saat mengemudi dan terjebak dalam kemacetan, saat asyik berbelanja di mal, bahkan masalah higienitas toilet sering menjadi penyebab keinginan kencing ditahan.

Air kencing atau urin merupakan sisa eksresi tubuh yang ditampung kandung kemih dengan daya tampung sekitar 400-600 mililiter (mL). Frekuensi berkemih atau urinasi yang normal sekitar 4-10 kali selama 24 jam. Frekuensi tersebut tergantung pada jumlah dan jenis cairan yang masuk ke dalam tubuh. Jenis cairan seperti alkohol dan beberapa jenis obat, seperti penurun tekanan darah tinggi dapat meningkatkan frekuensi urinasi.

Kandung kemih merupakan sekumpulan otot yang diatur oleh susunan saraf otonom dan berfungsi sebagai tempat pengumpulan dan pembuangan urin. Urin ditahan di dalam kandung kemih dengan bantuan otot spinkter yang berada di saluran kemih dan berfungsi seperti pompa. Saat penuh, kandung kemih akan mengirim sinyal melalui susunan saraf ke otak yang akan memberi informasi bahwa sudah waktunya untuk segera ke toilet. Otak juga memerintahkan kepada otot spinkter untuk tetap menahan urin hingga saatnya untuk dikeluarkan.

Seringnya menahan kencing dapat menimbulkan gangguan susah buang air kecil. Gangguan ini dapat menimpa semua kelompok umur tanpa membedakan jenis kelamin, lansia, pria, wanita, lansia, dan anak-anak.. Namun gangguan ini paling sering dialami wanita dikarenakan saluran kencing pada wanita lebih pendek daripada pria dan berada di dalam.

Urin yang lama berada di dalam kandung kemih menjadi media pertumbuhan bagi bakteri dan dapat menyebabkan infeksi pada kandung kemih dan saluran kencing. Zat-zat buangan yang berada di dalam urin juga dapat mengkristal membentuk apa yang kita kenal dengan istilah batu ginjal.

Saat menahan kencing, kandung kemih akan meregang dan membesar kapasitasnya. Pompa di kandung kemih juga akan berfungsi kurang baik sehingga sering kali timbul rasa ingin kencing berulang kali. Bahkan tekanan yang timbul akibat sering menahan kencing dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal yang dapat semakin parah dengan adanya infeksi.

Adanya rasa nyeri pada saat pipis, frekuensi berkemih berkurang atau sebaliknya, demam, meriang serta rasa pegal di area perut dan pinggang dapat merupakan gejala gangguan buang air kecil.

Untuk mencegahnya, hindari kebiasaan menahan kencing. Catat pola dan frekuensi kencing setiap hari. Mencegah tentunya akan lebih baik daripada mengobati.

Share Button