tidur

Apakah Bekerja Terlalu Keras Dapat Membunuh Anda?

Share Button

Ketika beban pekerjaan meningkat, banyak tuntutan dari atasan, ditambah gaji yang tidak sesuai, perasaan stres pasti akan muncul dibenak orang yang mengalami hal tersebut. Namun, seburuk apakah perasaan stres terhadap kesehatan Anda?

Stres adalah perasaan dalam batin seseorang yang muncul ketika orang tersebut mendapat tuntutan, ancaman, atau merasa dirinya tidak mampu melakukan sesuatu yang akan berdampak pada kesehatan. Perasaan stres yang muncul ketika Anda berhadapan dengan pekerjaan atau saat ujian sekolah sama tingkatnya dengan stres yang Anda alami ketika sedang dikejar hewan buas. Perasaan ini akan membuat hormon di dalam tubuh menjadi tidak stabil, umumnya orang yang sedang stres berat akan mengalami kaku otot, detak jantung tidak teratur, dan pencernaan terganggu. Bahkan di Jepang kita mengenal istilah Karōshi yang secara harafiah berarti “meninggal karena kelelahan bekerja”.

Mereka yang meninggal akibat kelelahan bekerja ini disebabkan oleh serangan jantung dan stroke, dimana keduanya disebabkan oleh stres. Lalu pertanyaannya bagaimana mungkin stres menyebabkan ini semua?

Salah satu hormon yang terganggu adalah hormon kortisol yang berfungsi menjaga kestabilan sistem kardiovaskular, sistem saraf pusat, sistem fetus, dan sistem renal, perlu diketahui semuanya berhubungan dengan kelancaran peredaran darah dalam tubuh. Hormon kortisol juga berfungsi untuk mengirimkan energi dan tenaga ke bagian tubuh yang memerlukan. Saat stres, kortisol yang terganggu menyebabkan penurunan sistem imun tubuh, inflamasi, dan berkurangnya produksi sel darah putih. Akibatnya, penyakit akan lebih mudah menyerang Anda, bahkan resiko kanker akan lebih tinggi apabila Anda menderita stres berlebihan.

Dampak stres pada otak juga tidak main-main. Ketika stres, sel-sel dalam otak akan menciut sehingga kemampuan mengingat dan belajar akan menurun. Ini juga merupakan alasan lain mengapa belajar hingga larut malam dan dalam keadaan tertekan akan membuat Anda lupa apa yang sudah dipelajari keesokan harinya.

Lebih detailnya, tubuh kita terdiri dari DNA yang memiliki sesuatu yang disebut telomer di tiap ujung kromosomnya yang akan bertambah pendeng seiring berjalannya umur. Pemendekan telomer ini akan membuat sel dalam tubuh berhenti beregenerasi dan mati. Sementara itu, stres akan membuat panjang telomer mengecil, dan mengakibatkan kematian dini.

Anda bisa menurunkan resiko ini dengan meningkatkan hormon oksitosin yang akan membantu pembuluh darah lebih rileks dan memperbaiki jantung Anda dari resiko akibat stres. Lalu bagaimana kita dapat meningkatkan hormon oksitosin? Hormon oksitosin akan meningkat setiap kali Anda merasa bahagia ketika bersama orang terdekat Anda, baik itu teman, kekasih, suami, anak, ataupun keluarga Anda. Mereka yang lebih sering bertemu dengan orang yang mereka sayangi akan membuat sistem pelindung tubuh yang akan meningkatkan hormon oksitosin dan menjauhkan resiko stres.

Jadi ketika Anda merasa stres, segeralah hubungi orang terdekat Anda dan habiskan waktu dengan mereka. Perasaan senang dari mereka akan membantu Anda terlepas dari stres.

 

Sumber foto :

Share Button

Republished by Blog Post Promoter