Foto Sikat Gigi

Akibat dari Cara Menggosok Gigi yang Salah

Share Button

Menggosok gigi adalah sebuah kebiasaan yang sudah diajarkan orangtua kepada anaknya sejak kecil. Keuntungannya pun banyak, seperti membuat gigi putih, kuat dan sehat, serta dapat menambah kepercayaan diri.

Namun ada beberapa orang yang enggan menyikat giginya karena pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Kejadian tersebut seperti gusi berdarah, gigi ngilu, dan lain-lain. Kejadian tersebut biasanya akibat dari cara menggosok gigi yang salah. Berikut adalah beberapa contoh kesalahan saat menyikat gigi yang perlu dihindari:

1. Salah Memilih Sikat Gigi

Tidak semua gigi memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Kontur gigi, lebar mulut, dan jenis gigi mempengaruhi jenis sikat gigi yang akan dipakai. Usahakan memiliki gagang yang fleksibel dan nyaman digunakan.

Untuk masalah jenis sikat gigi manual atau elektrik, sebenarnya tidak ada masalah. Keduanya sama baiknya, tergantung pada penggunanya sendiri. Orang yang mampu menggunakan sikat gigi manual, pasti juga mampu melakukan hal sama baiknya saat menggunakan sikat gigi elektrik, begitu pula sebaliknya.

Intinya yang menentukan adalah orangnya, dan bukan jenis alatnya.

2. Salah Memilih Bulu Sikat

Bulu sikat adalah bagian yang akan bersentuhan dengan gigi dan membersihkan bakteri dalam mulut. Banyak produk sikat gigi sekarang yang menggunakan bulu halus dan tipis agar dapat menjangkau sela-sela gigi.

Salah memilih bulu sikat dapat merusak gigi dan membuat gusi berdarah. Bulu sikat yang kasar dapat merusak gigi.

3. Tidak Menyikat Gigi dengan Sering dan Lama

Menyikat gigi dua kali sehari adalah saran dari semua dokter gigi. Semakin lama selang waktu kita menyikat gigi maka semakin banyak pula bakteri dan plak yang berkembang. Hasilnya gigi akan kuning, mudah patah, dan rusak.

Menyikat gigi sebaiknya dilakukan selama dua menit, atau bahkan sampai tiga menit. Mungkin sulit untuk mengajarkan anak-anak melakukan hal ini, alternatifnya adalah dengan menyikat gigi sambil melakukan kegiatan lain seperti menonton TV.

4. Terlalu Sering atau Keras Menyikat Gigi

Terlalu sering menyikat gigi dapat membuat akar gigi iritasi. Iritasi akar ini maka akan menyebar ke iritasi gusi. Menyikat gigi terlalu sering juga dapat merusak email gigi dan membuat gigi tergerus.

Batas untuk menyikat gigi setiap harinya adalah 4 kali. Yaitu sehabis makan dan sebelum tidur.

5. Tidak Menyikat Gigi dengan Benar

Menyikat gigi dengan arah horizontal dapat menyebabkan abrasi gigi. Sebaiknya sikat gigi Anda secara perlahan dengan arah memutar atau vertikal.

Jangan lupa untuk menyikat bagian dalam dan luar serta gigi geraham. Untuk memperoleh aroma yang tahan lama, sikat juga lidah Anda.

6. Meninggalkan Sikat dalam Keadaan Basah

Seringkali setiap habis menyikat gigi, kita hanya meninggalkan sikatnya begitu saja. Banyak ahli dan dokter gigi menyarankan agar kita selalu mengeringkan sikat gigi agar bakteri tidak berkembang di bulu sikat. Ada beberapa produsen yang menyertakan penutup sikat dalam produknya. Sebaiknya Anda menyimpannya dan jangan lupa untuk selalu memakainya.

7. Terlalu Banyak Menggunakan Pasta Gigi

Sebenarnya Anda hanya memperlukan pasta gigi sebesar kacang kedelai saja untuk seluruh mulut, sisanya hanyalah sia-sia. Namun, iklan pasta gigi selalu memperlihatkan bahwa pasta gigi harus ditaruh sepanjang sikat gigi. Tujuannya tentu agar pasta giginya cepat habis, dan memperoleh keuntungan lebih banyak.

Jika kita ingin nafas kita harum lebih lama, pastikanlah menyikat gigi setidaknya dua menit dan juga menyikat bagian lidah.

Sumber Foto : http://KumpulanFotoGratis.com/

Share Button

Republished by Blog Post Promoter